SELAMAT DATANG

SELAMAT BERJUMPA DENGAN SUSANTRONIKA
SHARING MEMPERLUAS WAWASAN DAN PENGETAHUAN
Tampilkan postingan dengan label RPP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RPP. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Oktober 2011

RPP DASAR SINYAL VIDEO DENGAN EEK


Mata Pelajaran            : MENJELASKAN DASAR-DASAR SINYAL VIDEO
Kelas/ Semester           : XI
Pertemuan                   : 1-5
Alokasi Waktu            : 5 X 45’
Stantard Kompetensi  : MENJELASKAN DASAR-DASAR SINYAL VIDEO
Kompetensi Dasar      : Menjelaskan hubungan jumlah piksel dan kualitas resolusi gambar
Indikator                     :
·   Memahami pengertian tentang resolusi gambar
·   Memaham hubungan piksel dan resolusi
·   Menghitung kualitas resolusi gambar
·   Pengaruh piksel terhadap kualitas gambar


       I.      Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa dapat memahami pengertian tentang piksel
2.      Siswa dapat memahami pengertian tentang resolusi gambar
3.      Siswa dapat memaham hubungan piksel dan resolusi
4.      Siswa dapat menghitung kualitas resolusi gambar
5.      Siswa dapat memahami pengaruh piksel terhadap kualitas gambar

    II.      Materi Pembelajaran
1.    Text Box:  
Gambar 5-1. Susunan titik pembentuk gambar
Element Gambar
Sebuah gambar pada dasarnya tersusun dari sekumpulan titik-titik wara. Untuk mengetahuinya, prinsip pertama adalah dengan membagi suatu gambar menjadi titik-titik warna (color dots) caranya dengan memperbesar gambar menjadi beberapa kali lipat sehingga tampak kotak-kotak. Perhatikan gambar di bawah ini. Otak kita secara otomatis akan mengumpulkan kembali titik-titik tersebut menjadi sebuah gambar. Tetapi jika diperbesar kembali, gambar tampak berbeda dan terlihat ada kotak-kotak pembentuk gambar. Bukan hal yang mudah untuk mengenali gambar seperti ini, seperti halnya pemrosesan pada program komputer untuk memahami sebuah gambar. Satu-satunya cara kita untuk melihat yang benar-benar terjadi adalah dengan memperbesar gambar tersebut, sampai otak kita tidak dapat mengolah/memahami gambar tersebut. Layar televisi dan komputer menyaring (seperti halnya foto pada majalah dan surat kabar) tersusun dari kumpulan titik-titik pembentuk gambar. Pada televisi atau komputer, titik ini disebut pixel (picture element) dengan ukuran jumlah titik horisontal x jumlah titik vertikal. Misalnya layar dengan resolusi 1024x768 pixel, artinya ada 1024 titik horisontal untuk tiap 1 titik vertikal. Jadi totalnya ada 786.432 titik pembentuk gambar. Karena begitu banyaknya titik element gambar, maka gambar terlihat lebih halus.
Ada 2 cara mendeskripsikan ukuran dari sebuah layar yaitu aspek ratio dan ukuran layar (screen size). Secara turun temurun, display komputer seperti TV pada umumnya mempunyai sebuah aspek rasio 4:3. Artinya perbandingan dari lebar dan tinggi layar adalah 4:3. Untuk layar lebar (widescreen) memiliki aspek ratio 16:9 (ada beberapa yang perbandingannya 16:10 atau 15:9). Layar ini biasanya digunakan untuk menampilkan film DVD yang memiliki format widescreen. Sistem HDTV juga menggunakan aspek ratio 16:9. Semua tipe dari display termasuk  permukaan proyeksi (projection surface), biasanya dikenal sebagai layar (screen). Ukuran layar secara normal diukur dengan satuan inchi, dimulai dari satu sudut sampai sudut seberang lain secara diagonal. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar 5-2 dan gambar 5-3 di bawah ini.
Namun, cara yang digunakan untuk mengukur layar (screen) Monitor LCD dan CRT ternyata berbeda. Untuk layar CRT, ukuran layar diukur secara diagonal dari tepi luar body layar. Dengan kata lain, lapisan terluar ikut diukur seperti yang ditunjukkan pada gambar disamping.
Gambar 5-2. CRT screen size
 Untuk layar LCD, Untuk layar LCD, layar diukur secara diagonal dari sisi dalam bingkainya. Dengan kata lain, tepi luar tidak ikut diukur seperti halnya pada CRT
Gambar 5-3. LCD screen size
Karena perbedaan dalam hal mengukur CRT dan LCD, maka LCD 17” layak jika dibandingkan dengan CRT yang berukuran 19”. Untuk lebih akurat dalam perbandingannya, bandingkanlah viewable screen size seperti tampak pada gambar 5-2 di atas. Ukuran layar pada umumnya adalah 15, 17, 19 dan 21 inchi. Tetapi untul notebook, ukuran layarnya lebih kecil, umumnya mulai dari 12 hingga 17 inchi. Kemajuan teknologi, memungkinkan diciptakannya layar berukuran besar bahkan lebih dari 40” misalnya pada information displays untuk publik maupun dalam bidang medis.
 III.      Metode Pembelajaran
1.      Ceramah.
2.      Diskusi.
3.      Demonstrasi.

 IV.      Langkah-Langkah Pembelajaran
A. Kegiatan awal.
1. Salam pembuka dan doa.
2. Absensi.
3. Menjelaskan tujuan pembelajaran dan cakupan materi sesuai silabus.
4. Menguji pengetahuan dasar siswa tentang gambar dengan menanyakan:
a. Pembentukan lukisan kristik (lukisan dari benang).
B. Kegiatan inti.
1. Eksplorasi
a.  Menjelaskan secara singkat elemen gambar, pixel dan pengaruhnya pada resolusi gambar.
b.  Menyuruh siswa untuk melihat jumlah pixel untuk HP nya, kemudian dibandingkan dengan    HP lainnya.
2. Elaborasi
a. Memfasilitasi siswa untuk mendiskusikan materi
b. Membuat laporan hasil diskusi.
c. Mempresentasikan hasil diskusi.
3. Konfirmasi
a.  Memberikan umpan balik pada peserta didik dengan memberi penguatan dalam bentuk lisan pada hasil pekerjaan peserta.
b.  Memberi konfirmasi pada hasil pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh peserta didik melalui sumber buku lain dan internet.
c.  Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang sudah dilakukan.
d. Memberikan motivasi kepada peserta didi yang kurang dan belum bisa mengikuti dalam materi.
C. Kegiatan akhir.
1.      Peserta didik membuat rangkuman dari materi
2.      Peserta didik dan guru melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
3.      Peserta didik diberikan pekerjaan rumah (PR) berkaitan dengan materi .
4.      Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

    V.      Alat/ Bahan/ Sumber Belajar
1.      Buku Modul Menjelaskan dasar-dasar Video, Direktorat pembinaan SMK, 2008. Halaman 252.

 VI.      Media
1.      Komputer.
2.      LCD.

VII.      Penilaian
Tugas Terstruktur:
1.   Mendiskusikan proses pembagian elemen gambar, jumlah pixel dan resolusi.

Tugas Mandiri:
1.      jelaskan mengertian pixel
2.      jelaskan resolusi gambar
3.      jelaskan hubungan piksel dan resolusi
4.      jelaskan perhitungan kualitas resolusi gambar
5.      jelaskan pengaruh piksel dan resolusi terhadap kualitas gambar

Kunci Jawaban:
1. Pixel adalah jumlah elemen-elemen atau titik gambar. Gambar dibagi menjadi jutaan titik atau elemen gambar.
2. Resolusi gambar adalah tingkatan kehalusan gambar.
3. Piksel adalah jumlah elemen gambar yang akan mempengaruhi resolusi gambar.
4. Perhitungan kualitas resolusi gambar adalah: jumlah elemen gambar arah horizontal X arah vertical. Misalnya resolusi gambar 1024 x 400 pixel, maksudnya jumlah elemen gambar arah horisonta 1024, dan arah vertical 400 pixel.
5. Semakin banyak jumlah pixel, maka gambar semakin halus.

Norma penilaian
No. 1 benar nilai :   20
No. 2 benar nilai :   20
No. 3 benar nilai :   20
No. 4 benar nilai :   20
No. 5 benar nilai :   20
          Total Nilai : 100




Klaten, 9 Agustus 2011
Guru Mata Pelajaran

Susanto Budi Purnomo, SPd

Minggu, 07 Agustus 2011

RPP YANG MEMUAT EXPLORASI, ELABORASI DAN KONFIRMASI


RPP YANG MEMUAT EXPLORASI, ELABORASI DAN KONFIRMASI

Akhir juli 2011 tempat kami bekerja diakredatasi. Kami mendapat beberapa masukan tentang pembuatan RPP. Inilah hasilnya:

Mata Pelajaran                    : ……………
Kelas/ Semester                   : ……………
Pertemuan                            : ……………
Alokasi Waktu                     : ……………              SESUAI SILABUS
Stantard Kompetensi          : ……………
Kompetensi Dasar              : ....................
Indikator                               : ....................
Indikator yang ditulis adalah indicator yang akan disampaikan pada pertemuan ini, satu KD ada yang memerlukan lebih dari satu pertemuan.
                                               

I.        Tujuan Pembelajaran
Kondisi siswa yang diharapkan setelah pembelajaran dilakukan.

II.      Materi Pembelajaran
1.       Memuat materi sesuai dengan indicator dan tujuan pembelajaran.
2.       Materi dapat diuraikan, dapat juga menggunakan referensi dengan menyebut referensi secara jelas halaman, judul buku, pengarang, penerbit dan tahun terbit.

III.         Metode Pembelajaran
1.       Ceramah.
2.       Diskusi.
3.       Demonstrasi.
4.       Praktik.

IV.          Langkah-Langkah Pembelajaran

1.   Kegiatan Pendahuluan
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a. Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran, misalnya Berdo dan Absensi.
b. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
c. Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
d. Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
2.   Kegiatan Inti
Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan inti menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
A. Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
1)   Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
2)   Menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
3)   Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
4)   Melibatkan peserta didik secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
5)   Memfasilitasi peserta didik melakukan percobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.
B. Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
1)   Membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
2)   Memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
3)   Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
4)   Memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
5)   Memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
6)   Memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
7)   Memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
8)   Memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
9)   Memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang  menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri peserta didik.
C. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
1)   Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
2)   Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
3)   Memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
4)  Memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang    bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
a)   Berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
b)   Membantu menyelesaikan masalah;
c)   Memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
d)   Memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
e)   Memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.
3.  Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
1.    bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
2.    melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
3.    memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
4.    merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik;
5.    menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

V.            Alat/ Bahan/ Sumber Belajar
1.       Buku  (Ditulis lengkap, pengarang, penerbit dan tahum terbit).

VI.          MEDIA
1. Diwajibkan menggunakan TIK (Komputer, OHP).

VII.       Penilaian
1.       Soal tugas Mandiri.
2.       Soal tugas terstruktur
3.       Soal evaluasi
a.  Evaluasi tidak harus setiap pertemuan.
b.  Evaluasi dapat dilakukan per KD atau beberapa KD, Tapi harus dijelaskan Evaluasi untuk KD …………
4. Harus ada kunci jawaban.
5. Harus ada norma penilaian.

Senin, 27 Juni 2011

RPP MENGUASAI TEKNIK DIGITAL DAN KOMPUTER


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


Materi Pelajaran          : Mengidentifikasi Kode ASCII.
Kelas/ Semester           : I/ 2.
Pertemuan ke              : 1.
Alokasi Waktu            :
Standar Kompetensi   : Menguasai Teknik Digital dan Komputer .
Kompetensi Dasar      : Konsep Elektronika Digital.
Indikator                     : Digambarkan dan dijelaskan tentang KODE ASCII.

I. TUJUAN.
A.    Dapat mengkonversikan sistem-sistem bilangan decimal ke hexadecimal.
B.     Dapat mengkonversikan sistem bilangan hexadecimal ke biner.
C.     Mengkonversikan karakter ASCII menjadi bilangan biner yang selanjutnya membentuk graphic symbol berdasarkan karakter control pada keyboard.

II. MATERI AJAR.
ASCII (American Standar Code  For Information Interchange)  adalah juga sering disebut dengan sandi ASCII yang sering digunakan untuk memproses sistem informasi, komunikasi, dan peralatan yang saling berhubungan biasanya berupa keypad (papan  ketik) atau lebih lengkap disebut keyboard
Code ASCII merupakan sandi yang paling penting. ASCII menyajikan 7 bit bilangan biner, yang memungkinkan kombinasi 128 karakter yang berbeda. Dari 128 karakter yang berbeda ini 96 karakter diantaranya berupa printable character, dan 32 karakter pertama dan terakhir adalah control character.
Sekumpulan Code ASCII dapat dilihat pada tabeh  1 berikut  ini:

Tabel 1. Penempatan Character Code ASCII


Bit
Number
                           Hex
6
0
0
0
0
1
1
1
1
5
0
0
1
1
0
0
1
1
4
0
1
0
1
0
1
0
1
1st
0
1
2
3
4
5
6
7
3
2
1
0
2nd







0
0
0
0
0

NUL
DLE
SP
0
@
P
p
0
0
0
1
1

SOH
DC1
!
1
A
Q
a
q
0
0
1
0
2

STX
DC2
2
B
R
b
r
0
0
1
1
3

ETX
DC3
#
3
C
S
c
s
0
1
0
0
4

EOT
DC4
$
4
D
T
d
t
0
1
0
1
5

ENQ
NAK
&
5
E
U
e
u
0
1
1
0
6

ACK
SYN
%
6
F
V
f
v
0
1
1
1
7

BEL
ETB
7
G
W
g
w
1
0
0
0
8

BS
CAN
(
8
H
X
h
x
1
0
0
1
9

HT
EM
)
9
I
Y
i
y
1
0
1
0
A

LF
SUB
*
:
J
Z
j
z
1
0
1
1
B

VT
ESC
+
;
K
[
k
{
1
1
0
0
C

FF
FS
L
\
l
|
1
1
0
1
D

CR
GS
-
=
M
]
m
}
1
1
1
0
E

SO
RS
.
N
^
n
~
1
1
1
1
F

SI
US
/
?
O
_
o
DEL

ACK   = acknowledge
BEL    = bell
BS       = backspace
CAN   = cancel
CR       = carriage return
DC1    = device control 1
DC2    = device control 2
DC3    = device control 3
DC4    = device control 4
DEL    = delete
DLE    =data link escape
ENQ    = enquiry
EM      = end of medium
EOT    = end of transmission
ESC     = escape
ETB     = end of block
ETX    = end of text
FF        = form feed
FS        = file separator
GS       =group separator
HT       = horizontal tab
LF       = line feed
NAK   = negative acknoweledge
NUL    = null
RS       = record separator
SI        = shift in
SO       = shift out
SOH    = start of heading
SP        = space
STX     = start of text
SUB    = substitute
SYN    = synchronous idle
US       = unit separator
VT       = vertical tab

Note : “1”= mark, “0”= space
            Bit 6 is the most significant bit (MSB)
            Bit 0 is tme least significant bit (LSB)

Pada tabel 1 diatas menunjukkan sandi ASCII lengkap yang disusun dalam sejumlah kolom dan baris. Sebagai contoh, karakter R terdapat pada kolom 101 dan baris 0010 sehingga sandi ASCII dari karakter R adalah 1010010. Dengan cara yang sama karakter carriage return (CR) mempunyai sandi 0001101.
ASCII disimpan sebagai sandi 8 bit dengan menambakan satu angka 0 sebagai bit significant paling tinggi. Bit tambahan ini sering dgunakan untuk uji prioritas.
Karakter control pada ASCII dibedakan menjadi 5 kelompok sesuai dengan penggunaan yaitu berturut-turut meliputi logical communication, Device control, Information separator, Code extention, dan physical communication. Code ASCII ini banyak dijumpai pada papan ketik (keyboard) computer atau instrument-instrument digital. Di pasaran terdapat sejumlah papan ketik yang keypad hexadecimal terdiri atas 16 kunci untuk 16 karakter hexadecimal yang sering digunakan pada sistem-sistem sederhana.
Nomor bit didalam table disusun sesuai pasangan gambar dari b6-b0. Dalam code internasional £, selalu menempati # dan $ mungkin untuk menandai kata uang internasional ¤
Sementara pada awalnya misalnya pada terminal video display dan teleprinter seperti teletype corp model 33, selalu diimplementasikan pada kenaiakan kasus huruf atau lambing. Mereka selalu menggambarkan kenaikan kasus huruf saat menerima kasus/huruf yanf lebih rendah. Dalam terminal CAPS LOCK, dalam keyboard mungkin dapat digunakan untuk mengubah semua huruf ke kenaikan kasus.

A. KARAKTER KONTROL.
ASCII telah memiliki 32 karakter khusus yang berfungsi sebagi karakter control ditambah dengan karakter istimewa. Mereka tidak konsisten dalam menggunakan spesifikasi pada standart ANSI X3.4. Bagaimanapun ini kakan banyak membantu untuk mengetahui penggunaan sesuai standart. Terdapat 5 kelompok dalam rangkaian control yaitu:
a.      Logical Communication.
b.      Device Control.
c.       Information Separator.
d.      Code Extention.
e.       Physical Communication.
Dibawah ini adalah contoh penjelasan dari karakter control yang berbeda. Penjelasan ini dapat dibaca dari table yang sudah dilengkapi dengan karakter ASCII, Code Hexadecimal, Code biner dan symbol graphic sebagai berikut:

ASCII
Character
Keyboard
Character
Decimal
Hexa
decimal
Binary
Graphic
Symbol
LOGICAL COMMUNICATION CONTROL
SOH
Control A
1
01
0000001
é
STX
Control B
2
02
0000010
^
ETX
Control C
3
03
0000011
û
ACK
Control F
6
06
0000110
Ú

ASCII
Character
Keyboard
Character
Decimal
Hexa
decimal
Binary
Graphic
Symbol
PHYSICAL COMMUNICATION
NUL
Control @
0
00
0000000
ð
CAN
Control x
24
18
0011000
C
EM
Control y
25
19
0011001
F
SUB
Control z
26
1A
0011010
V
DEVICE CONTROL
BEL
Control G
7
07
0000111
BS
Control H
8
08
0001000
HT
Control I
9
09
0001001
®
VT
Control K
11
0B
0001011
¯
INFORMATION SEPARATOR
FS
Control \
28
1C
0011100
GS
Control |
29
1D
0011101
RS
Control ^
30
1E
0011110
US
Control -
31
1F
0011111
CODE EXTENTION
SO
Control N
14
0E
0001110
SI
Control O
15
0F
0001111
ESC
ESC
7
0B
0011011

B. KESEIMBANGAN (PARITY).
Saat adanya ke tidak tepatan penempatan ASCII disimpan 8 bit dengan menambahkan angka 0 sebagai bit bersignifikasi paling tinggi (diletakkan pada pada bit paling kiri). Sebagai contoh karakter R akan tersimpan sebagai 0101000, dan seterusnya. Bit tambahan ini sering digunakan untuk uji paritas. Penambahan ini mungkin untuk pemeriksaan keseimbangan/sama rata. Untuk membedakan data komunikasi dan pengertian  parity dapat juga mengamankan data komunikasi.

C. KODE TAMBAHAN (CODE EXTENSION).
Dengan tambahan parity menjadi 8 bit, dapat digunakan sebagai balas tingkat code character. Pekerjaan yang sekarang dijalani untuk menghasilkan standar internasional dalam batas tingkat kumpulan code character. Untuk komunikasi teks yang akan memberikan sekumpulan tambahan karakter grafik.
D. ASCII SERIAL TRANSMISSION.
Serial transmission dari karakter ASCII dapat menjadi penurunan bit pertama ke kenaikan bit yang paling penting (MSB) atau b0 menjadi b6 ditambah dengan keseimbangan bit parity jika diperlukan.
Tabel berikut ini merupakan tampilan kelengkapan perangkat karakter ASCII untuk melengkapai tabel diatas.


ASCII

Karakter

ASCII

Karakter
ASCII

Karakter

ASCII

Karakter
000
NUL
032
Blank
064
@
096

001
SOH
033
!
065
A
097
a
002
STX
034
066
B
098
b
003
ETX
035
#
067
C
099
c
004
EOT
036
$
068
D
100
d
005
ENQ
037
%
069
E
101
e
006
ACK
038
&
070
F
102
f
007
BEL
039
071
G
103
g
008
BS
040
(
072
H
104
h
009
HT
041
)
073
I
105
i
010
LF
042
*
074
J
106
j
011
VT
043
+
075
K
107
k
012
FF
044
076
L
108
l
013
CR
045
-
077
M
109
m
014
SO
046
078
N
110
n
015
SI
047
/
079
O
111
o
016
DLE
048
0
080
P
112
p
017
DC1
049
1
081
Q
113
q
018
DC2
050
2
082
R
114
r
019
DC3
051
3
083
S
115
s
020
DC4
052
4
084
T
116
t
021
NAK
053
5
085
U
117
u
022
SYN
054
6
086
V
118
v
023
ETB
055
7
087
W
119
w
024
CAN
056
8
088
X
120
x
025
EM
057
9
089
Y
121
y
026
SUB
058
:
090
Z
122
z
027
ESC
059
;
091
[
123
{
028
FS
060
092
\
124
|
029
GS
061
=
093
]
125
}
030
RS
062
094
­
126
~
031
US
063
?
095
_
127
DEL